“Retrouvailles” Bag.1 : Pertemuan


“Kriiinggg. Kriiingg!!!!“ . Bunyi alarm!!
 Seketika aku terbangun dengan mata kunang-kunang. Walaupin nyawaku belum terkumpul sepenuhnya, aku langsung semangat dan bergegas menyiapkan diri karena hari ini aku ada janji dengan seseorang!.
Sesorang yang bernama Mega!

Mega… Ya Mega nama panggilannya.

Dia wanita berambut pendek sebahu, memiliki badan yang mungil, berhidung lancip dengan wajah yang memesona.
Memiliki umur yang lebih muda dariku dua tahun 🙂

Aku teringat disaat sebelum aku akan menemuinya di dunia nyata. Aku teringat bagaimana aku mengenalnya pertama kali dan menemaninya walau  melalui pesan singkat :).
 
Ya dia orang yang kukenal lewat jejaring sosial. Melakukan obrolan singkat melalui media chatting. Sukses membuat aku tertarik padanya. Dia orang yang merespon chatku dengan hangat, nyaman dan selalu nyambung hingga kita berdua lupa waktu. Ya mungkin karena kita banyak kesamaan dan memiliki hobi yang sama :). Kebetulan salah satu hobi yg sama-sama kita sukai yakni tentu saja menulis 🙂

Sehingga kita ingin selalu sharing kaarena kesamaan hobi itu. 🙂

Aku memberi perhatian lebih padanya. Aku selalu mendengar curhatan dan uneg-unegnya. Kadang aku memberi pendapat dari setiap keluh kesahnya.

Semakin lama, aku ingin mengenalnya lebih dekat. Aku menanyai semua hal tentangnya. Bahkan aku ingin berkenalan dengan orangtuanya. Satu hal yang paling aku usahakan adalah, aku selalu mencoba menjadi yang terbaik dari sekian orang yang mendekatinya.
Dengan kata lain…

Ya… Aku rasa aku ingin memilikinya 🙂 aku menyayanginya.

Berhari-hari kemudian,
2000 lebih pesan percakapan di chat kita lakukan tanpa sadar.

Uniknya adalah, kita saling berkirim pesan dengan penuh candaan. Berdebatpun adalah hal lumrah bagi kami berdua. Dari berdebat ringan hingga debat yang memancing urat nadi :D. Namun satu hal yang kami tau, kami berdua saling mengerti dan ujungnya kami berdua saling memaafkan 🙂

Suatu hari aku bertanya padanya lewat pesan singkat,
 “Mega, aku mau nelpon kamu boleh?”
“Ga usah. Aku ga suka ditelpon. Lebih suka lewat chat atau voicemail”

Ya pesan dariku bukan tanpa alasan :). Aku ingin mendengar suaranya karena aku yakin suaranya pasti lembut dan menenangkan 🙂

Dan suatu ketika, tiba-tiba dia benar-benar memberiku voicemail atau pesan suara :).
“sayang, kalo aku ngga chat kamu, berarti aku sibuk ya”. Suaranya yang centil sukses membuat aku salah tingkah.
Dengan gagap aku menjawab,
“oh iya iya yang… Ee aku agak gaptek baru pertama kali  pake voicemail heheh”
Dan dia mengatakan bahwa suaraku  lucu, berbeda dengan perawakanku yang besar. Hehe 

Ya begitulah pesan suara pertama darinya. Suara yang pertama kali ku dengar dari seseorang yang bernama lengkap Ni Putu Mega Arsani.

‘sayang’.

Ya terdapat kata itu pada pesan suara darinya. Kata itu terucap karena kita memang sudah jadian :). Kita sudah cocok dan menerima satu sama lain untuk melanjutkan hubungan ini. Kata itu terucap dua hari sebelum kita pertama kali bertemu 🙂

Sungguh senang hatiku.. Karunia yang Tuhan berikan mempersatukanku pada wanita yang ku sayangi. Memiliki wanita yang menerimaku 🙂

Tak akan kusia-siakan kesempatan ini. Aku ingin membuktikan bahwa aku berbeda dari mantan-mantan kekasihnya. Karena aku bukanlah tipe lelaki yang suka berbohong tentang perasaan. Aku bukan orang yang suka menyakiti perasaan wanita. Aku  menyayanginya dengan tulus. Aku ingin mengobati luka-luka yang ia dapatkan di masa lalu. Aku ingin, aku lah yang terakhir dimiliki olehnya.

Aku tau dia berbeda kampus dengan ku.  Begitupula jarak tempat tinggal kita yang cukup jauh. Namun itu semua tak membuat rasa tertarikku menghilang begitu saja.

Dan akhirnya hari inipun tiba. Sejenak tadi aku memgumpulkan nyawa sambil mengingat hal-hal yang telah kami lewati melalui pesan singkat.

Ya, alarm yang tadi berbunyi lantas aku matikan.

Pagi-pagi aku bangun dengan semangat. Melakukan aktivitas yang rutin dengan lebih efektif. Aku melakukan rutinitas pagi dengan lebih cepat dari biasanya.
Sampai pada akhirnya tepat jam 1 siang sesuai janji, kami akan  bertemu di restoran pizza.

Bisa ditebak? .
Karena rasa semangat dan antusias, aku datang tepat waktu dan lebih awal darinya. Syukurlah, setidaknya bukan dia yang menunggu.

30 menit aku menunggu. Aku duduk di kursi restoran dengan senyum girang sesekali melihat smartphoneku untuk membuat kesibukan. Para pengunjung yang berpasangan melihatku heran karena aku duduk sendirian dengan tingkah aneh. Mungkin para pengunjung tidak mengetahui bahwa aku akan bertemu dsngan wanita yang sangat sangat istimewa. Wanita yang tidak patut disia-siakan oleh setiap lelaki. Wanita impianku 🙂

Aku sigap menengok jendela restoran. Beberapa menit kemudian, dari dalam restoran kulihat, datang seorang wanita mengendarai motor matic, dengan sweater abu-abu. Rambut pendeknya yang tetap terlihat walau memakai helm. Dan aku yakini itu dia 🙂

Ya aku berdiri menyambutnya saat dia membuka pintu restoran. Dia menebar senyum dan tingkah centilnya padaku. 🙂 sangat hangat sambutannya. Aku yang gugup hanya bisa bertingkah kaku.
Namun, karena tingkahnya yang mencairkan suasana, kami berdua menuju kasir dan saling berdempetan 🙂

“duduk dimana?”,
“kamu maunya dimana?”
“aku ngikut kamu aja”, suaranya yamg centil imut dan jawaban sederhana darinya yang sukses membuatku bagaikan melayang layang di udara 🙂

Akhirnya kita duduk didekat kasir dengan posisi duduk yang berhadapan. Sehingga membuatku puas melihat setiap detil wajahnya.

“nih uangnya”,
Seketika dia memberiku uang Rp50.000 dengan paksa.
Lantas kubilang,
“hei! Ga usah bayar, aku yang ngajak. Lagian bayaran makananmu ga segitu mahalnya”

Namun tarik ulur terus menerus kita lakukan. Walaupun dia centil dan terlihat manja, namun dia cukup keras. Jadi akhirnya aku mengalah. Aku memberi jalan tengah, yakni aku berikan dia kembalian sesuai harga makanan yang dipesannya.

Tiba-tiba…

‘Jedug’….

Aku lihat kebawah

Kakiku diinjaknya 😀
Hei! Sayangnya aku menggunakan sepatu hehe jadi gak bisa ngerasain injakan kaki wanita yang aku cintai 😀

“rugi kamu injek, ga kerasa sakit hehe”

Walau begitu dia tetap menginjak-nginjak kakiku.
Lantas karena kasihan, aku pangku saja kakinya dengan tulang keringku :).

Dia bertanya,
“kamu ga cape angkat kakiku? ”
Dalam hati aku bergumam, yaelahh… Kakimu itu ringan dan ramping banget, mana ada rasanya.

Namun karena aku gugup dan takut membuat tersinggung, aku hanya bilang,
“ga apa kok kakimu cukup ringan hehe”

“coba lihat hp mu”, seketika dia ingin cek hp ku.
Baru pertama kali bertemu, tapi dia bertingkah seolah seperti pasangan kekasih yang sudah lama berpacaran.

Sambil kulihat apa yang dia lakukan di hpku.
Ternyata dia menulis namanya di setiap status sosial media ku :). Aku sangat senang dia menganggap dan menunjukkan ke dunia maya bahwa akulah kekasihnya 🙂

Beberapa menit kami bercengkrama, tidak sabar rasanya ingin memegang tangannya dengan lembut.

Dan tentu saja, dengan sukses aku dapat memegang dan mengelus tangannya.

Tekstur tangannya tidak seperti wanita kebanyakan. Tangannya tidak masuk kategori kulit yang lembut. Hehe aku tau, itu pasti karena dia adalah wanita yang pekerja keras. Dan itu memang benar.

Saat dia menginjak bangku Sekolah Dasar,  dia pernah ikut bela diri. Lalu saat SMA, dia mengikuti kegiatan PMR.

Yaa bagaimana tidak kasar hehe 🙂

Tidak terasa sekitar 2 jam kita bercengkrama di restoran. Penutupnya kita melakukan foto bersama-sama 🙂

Seketika dia meminta untuk menembak ulang dirinya. Dengan sigap aku lakukan..
Ku pegang tangannya….

“kamu mau jadi pacarku? ”
Ya kata-kata simpel yang mungkin ga berkesan.
” yaa aku mau”, jawabnya sambil menebar senyum manisnya padaku.

Merupakan pertemuan pertama.
Pertemuan pertama yang penuh dengan tawa dan kehangatan. Walau aku sangat gugup. Dan aku tidak melakukan hal macam-macam. Ya memang aku bukanlah lelaki yang romantis hehe .

Hari itu, kami tetapkan juga sebagai hari jadi kita 🙂

18 Maret 2017

  

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s